MU Disebut Terlalu Bergantung Pada Ibrahimovic | Berita Bola Terbaru

0
638





Manchester – Zlatan Ibrahimovic terancam hukuman dari Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Red Devils pun disebut berada dalam situasi terdesak.

Ibra didakwa FA terkait sikutannya terhadap bek Bournemouth Tyrone Mings pada laga di Old Trafford, Sabtu (4/3/2017) lalu. Pada pertandingan yang berkesudahan 1-1 itu, Ibra lolos dari hukuman wasit Kevin Friend.

Namun insiden itu mendapatkan peninjauan dari FA, yang kemudian mendakwa striker asal Swedia itu dengan tindak kekerasan. Ada ancaman larangan bermain di tiga pertandingan berikutnya untuk pemain 35 tahun itu.

[Baca juga: Ibrahimovic dan Mings Didakwa FA]

Absennya Ibra bisa amat memengaruhi performa MU. Sejauh ini dia adalah mesin gol tim dengan total 15 gol di Premier League saja. Hanya Ibra yang telah mencapai angka dua digit di tim, sementara Juan Mata yang ada di posisi dua bahkan baru bikin enam gol.

Situasi ini disebut eks striker tim nasional Belanda Jimmy Floyd Hasselbaink sebagai tanda jelas bahwa MU amat bergantung pada Ibra. Selain ada potensi situasi sulit jika si striker benar-benar absen di tiga partai berikutnya, secara keseluruhan hal itu juga dinilai amat membahayakan ‘Setan Merah’.

“Ada bahaya besar, angka-angkanya tak bohong. Kita sebelumnya berdiskusi soal Harry Kane mencetak banyak gol (untuk Tottenham Hotspur), gol pertama dan kedua, dia (Ibra) sama kasusnya,” kata Hasselbaink.

“Itu memang sangat penting, tapi para pemain lain perlu membantunya, tidak bisa cuma Zlatan yang melakukan itu. Anda sebelumnya akan berpikir bahwa (Paul) Pogba bakal muncul dengan sejumlah gol dan juga nama-nama lainnya.”

“Bek-bek tengah dari bola-bola mati, gol-gol seperti ini tidak muncul cukup banyak,” imbuhnya seperti dikutip Sky Sports.

Pogba sejauh ini baru bikin empat gol di liga, sementara kontribusi dari para bek yang biasanya diandalkan dalam bola-bola mati juga tak banyak. Daley Blind, Marcos Rojo, dan Chris Smalling masing-masing baru bikin satu gol.

(raw/rin)


NO COMMENTS