Menebar Bibit Pesepakbola Muda di Timur Indonesia | Berita Bola Terbaru

0
365





Ternate – Kawasan Indonesia Timur memang dikenal sebagai ‘pabrik’ pesepakbola. Menpora, Imam Nahrawi, menebar bibit di sana agar bisa menghasilkan pemain pemain hebat di masa depan.

Pesepakbola muda, Ilham Hasanudin, sedang bersiap melakoni pertandingan perdana ajang Piala Menpora U-16 di Lapangan Samargalila, Halmahera Selatan. Pelajar kelas 3 Sekolah Menengah Pertama itu sedang dalam usaha mengejar mimpinya sebagai pesepakbola, seperti idolanya: Kim Kurniawan dan Fernando Torres.

Pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olah tubuh saat ini memang sedang menggencarkan pembinaan usia dini demi membentuk tim nasional yang tangguh.

Imam menyebut bahwa Indonesia saat ini kekurangan pesepakbola, karena “cuma” ada 76 ribu pemain profesional yang tercatat di induk sport sepakbola. Oleh karena itu, upaya naturalisasi pemain menjadi cara instan yang dilakukan PSSI untuk mencari pesepakbola yang tangguh.

PSSI sudah melansir beberapa nama yang hendak dinaturalisasi, salah satunya adalah pemain tim muda Ajax Amsterdam, Ezra Walian.

Maluku Utara merupakan salah satu daerah yang menjadi pencetak pesepakbola handal. Beberapa nama seperti Rahmat Rivai, Talaohu Abdul Musafri, Fandi Mochtar, Rizky Pora, Zulham Zamrun, Ilham Udin Armyn, dan Mahdi Fahri Albar menjadi deretan pemain asal bumi Kie Raha.

Imam sudah melakukan beberapa upaya agar pembinaan di Ternate dan Halmahera Selatan bisa bergairah lagi. Pembagian 1.000 buah bola untuk sekolah sepakbola di Ternate sudah dilakukan di Stadion Kie Raha, Rabu (22/2) tengah pekan ini.

Foto: Detiksport/Lucas Aditya

Turnamen Menpora Cup juga sudah digelar di Halmahera Selatan. Sebanyak 31 tim berpartisipasi di kejuaraan kelompok umur U-16, sedangkan 41 tim ambil bagian dalam kompetisi untuk kelompok usia U-14.

Asisten Deputi Pengelolaan Pembina Sentra dan Sekolah Special Olah tubuh, Teguh Raharjo, mengungkapkan bahwa kompetisi di Halmahera Selatan ini menjadi rangkaian jenjang kompetisi serupa yang digelar secara nasional.

Berjalan selama tujuh bulan ke depan, hingga bulan September mendatang, kompetisi usia dini ini merupakan bagian dari rencana memasifkan pembinaan usia dini, agar bisa menciptakan pesepakbola yang andal.

“Kompetisi seperti di sini dilakukan secara bertingkat. Dari kabupaten di seluruh Indonesia, hingga nanti level nasional. Final untuk tahun ini rencananya akan berlangsung di Jawa Tengah, yang bertepatan dengan Hari Olah tubuh Nasional pada 9 September mendatang,” kata Teguh dalam perbincangan dengan detikSport di Ternate.

Imam mempunyai harapan tinggi pada pembinaan usia dini yang berjenjang ini. Meski demikian, dia juga sadar bahwa hasilnya tak akan dipetik dalam waktu yang instan.

Dengan pembinaan usia dini yang panjang, Imam pun menitipkan salam untuk orang tua para atlet muda, yang mau memberikan dukungan untuk anak-anaknya mengejar mimpi sebagai olahragawan.

“Saya mau menitip salam untuk bapak-ibu di rumah ya. Bilangnya begini: ‘Sampaikan salam saya, Menpora Imam Nahrawi, kepada ayah dan mama. Ayah-Mama, terima kasih kata Pak Menpora, atas tenaga, keikhlasannya membiayai saya membelikan kaos, membelikan sepatu sepakbola. Ayah-mama, doakan saya suatu saat bisa meneruskan cita-cita Zulham Zamrun, meneruskan cita-cita Rizky Pora, dan pesepakbola yang lain, serta bisa membanggakan buat ayah dan mama, menjadi kebanggaan Ternate, menjadi kebanggaan Indonesia.’,” pesannya kepada para pesepakbola muda di Lapangan Kie Raha.

(cas/mrp)


NO COMMENTS